Kamu, bahagia gak sama hidup kamu? Kamu sekolah berpayah-payah, bekerja bersusah-susah, jangan-jangan kamu belum bahagia. Jangan-jangan, definisi bahagia kamu adalah di hari lain, di masa depan yang entah kapan. Sedangkan hari ini bagi kamu adalah bukan hari yang dinantikan, bukan hari kebahagiaan. Kebahagiaan tidak hadir hari ini, katamu. Mana bisa hadir. Kebahagiaan itu harus diperjuangkan dan didapatkan bersusah-payah. Akan didapatkan pada suatu hari yang entah kapan. Sampai suatu ketika kamu menyadari bahwa kebahagiaan yang dicari tidak pernah datang. Kebahagiaan memang tidak pernah datang, kebahagiaan dihadirkan. Kebahagiaan tidak ada di masa depan, kebahagiaan hanya ada di hari ini. Kebahagiaan sudah ada di dalam diri sendiri. Caranya? Dengan menghadirkannya :')
Kamis, 23 Juli 2015
Kamis, 05 Februari 2015
What - Ifs
Seorang perempuan, merapal erat di dalam hatinya:
"Seandainya aku lebih sabar,
lebih cuek,
lebih memahami,
lebih menerima,
lebih menarik,
lebih pintar,
lebih menyenangkan,
lebih stabil,
lebih dewasa,
lebih positif,
lebih patuh,
dan mungkin, lebih cantik.
Maka mungkin kamu akan lebih peduli.”
lebih cuek,
lebih memahami,
lebih menerima,
lebih menarik,
lebih pintar,
lebih menyenangkan,
lebih stabil,
lebih dewasa,
lebih positif,
lebih patuh,
dan mungkin, lebih cantik.
Maka mungkin kamu akan lebih peduli.”
regards,
Pavietta Octywidya Ashifah
Rabu, 04 Februari 2015
Komunikasi Visual
"Hai"
"(stiker)"
"Apa kabar?"
"(stiker)"
"Kamu marah?"
"(stiker)"
"Beneran kamu ga marah sama aku? :("
"(stiker)"
"(stiker)"
"Apa kabar?"
"(stiker)"
"Kamu marah?"
"(stiker)"
"Beneran kamu ga marah sama aku? :("
"(stiker)"
—-
"(stiker)"
"Ayuuuk. Mau bangeeet. Aku kebetulan juga lagi ngidam itu dari kemarin!!! :D"
"(stiker)"
"Ketemu jam berapa? di mana?"
"(stiker)"
"Okee. See yaa. :)"
"Ayuuuk. Mau bangeeet. Aku kebetulan juga lagi ngidam itu dari kemarin!!! :D"
"(stiker)"
"Ketemu jam berapa? di mana?"
"(stiker)"
"Okee. See yaa. :)"
—-
"Haiii! Lagi apa?"
"(stiker)"
"Besok ujian yaaa? Semangat yaa. Mudah-mudahan dapet nilai yang bagus. Aamiin."
"(stiker)"
"(stiker)"
"Besok ujian yaaa? Semangat yaa. Mudah-mudahan dapet nilai yang bagus. Aamiin."
"(stiker)"
—-
"(stiker)"
"(stiker)"
"(stiker)"
"(stiker)"
"(stiker)"
"(stiker)"
"(stiker)"
"(stiker)"
"(stiker)"
"(stiker)"
"(stiker)"
"(stiker)"
"(stiker)"
"(stiker)"
"(stiker)"
"(stiker)"
"(stiker)"
Jumat, 18 April 2014
Untuk Tak Kembali
Barangkali harus kuikhlaskan hatiku
Ketika gunung memelukmu lebih erat daripada aku
Ketika hujan datang membersihkan jejak langkahmu
Dia yang memahami gunung tak pernah keliru memahami manusia
Ketika dirimu memutuskan mendaki sendiri
Barangkali memang harus kubiasakan diriku
Memahami pergi yang tak selamanya berpamit
Sebuah jabatan tangan ataupun lambaian
Dan barangkali memang harus kuikhlaskan hatiku.
Ketika gunung memelukmu lebih erat daripada aku
Ketika hujan datang membersihkan jejak langkahmu
Dia yang memahami gunung tak pernah keliru memahami manusia
Ketika dirimu memutuskan mendaki sendiri
Barangkali memang harus kubiasakan diriku
Memahami pergi yang tak selamanya berpamit
Sebuah jabatan tangan ataupun lambaian
Dan barangkali memang harus kuikhlaskan hatiku.
Memang kita mencintai hidup, bukan karena kita ingin hidup, tapi karena kita ingin mencintai.
regards,
Pavietta Octywidya Ashifah
Minggu, 22 Desember 2013
Selamat Ulang Tahun, Sayang
"A simple celebration, a gathering of friends; here is wishing you great happiness, a joy that never ends."
22 Desember tepat bertambahnya usiamu, dimana tanggal paling ter-romantis bagi seluruh orang di dunia. Ya, Hari Ibu. Dimana seluruh anak di Indonesia bahkan sedunia merayakannya, mengungkapkan sayangnya kepada Ibu mereka masing-masing dengan caranya sendiri. Tapi menurutku, setiap hari adalah Hari Ibu, karena setiap hari aku mencintai Ibuku. Untaian kasih dan cinta Ibu tak pernah absen dari kita. Lalu apakah kita mau absen untuk mencintainya? Tidak kan? Mungkin jika dunia ini aku jual, harganya tak akan mampu membayar kasih sayang tulus dan cinta Sang Ibu. -my bestpartner I ever had-
Hanya membuatnya bangga, itulah kebahagiaan bagi seorang Ibu.
Ya, tepat dihari ini salah satu teman terbaikku dilahirkan, sungguh mulia. Panggil saja Rifqi, dia teman SMP ku dulu sampai sekarang dan selamanya *amin*. 2 tahun bersama memang tak lama, tapi bersahabat dengannya sangat sungguh bermakna. Kami dipisahkan oleh SMA yang berbeda. Dia melanjutkan ke luar kota, SMA 1 DARUL ULUM JOMBANG tepatnya. Jauh ya. Iya. Sejak itu kami jarang sekali hubung-menghubungi, karena di sekolahnya tidak diperbolehkan membawa handphone. Aku mencoba memaklumi, tapi satu-dua kali dia mencuri-curi kesempatan untuk bisa menghubungiku. Senang bukan main.
Jauh hari aku dan Nadya -teman terbaikku juga- telah merencanakan kejutan untuk Rifqi di hari ter-spesialnya itu. Alhamdulillah dia pulkam, jadi tak usah kirim paket sana-sini. Tapi kami bingung bukan main, karena Rifqi belum sampai dirumahnya. Kami sempat khawatir kejutan ini akan gagal, karena aku dan Nadya menghubungi Ibunya Rifqi dan ternyata mereka bersama-sama dalam perjalanan pulang. Belum sempat Nadya bilang "Ini kejutan Bu, jangan bilang ke Rifqi" tapi beliau sudah memutuskan telepon di ujung sana. Kami takut bukan main. Aku dan Nadya berharap Ibunya Rifqi tak banyak bertanya dengan Rifqi. Semoga saja. Semoga beliau peka.
2 jam berlalu aku dan Nadya sampai dirumah Rifqi, setelah mendapat kabar dari Ibunya kalau sudah sampai Ponorogo. Basah kehujanan kami bawa seonggok roti dengan lilin-lilin kecilnya mengetok pintu rumah Rifqi.
"Assalamua'alaikum""Wa'alaikumsalam, loh ternyata Nadya ta ini yang telepon Ibu tadi mbok yo bilang"
"Ssssssttt, iya buk. tolong kerjasamanya ya hehehe"
"Oh iya iya pasti, Rifqi lagi mandi baru aja datang tadi. Silahkan masuk. aku matikan ya lampunya. nanti Rifqi tak suruh ke depan, kalian nyalakan dulu lilinnya"
Sekitar 10 menit kita menanti, Rifqi datang tak tahu apa-apa. Dia kaget melihat aku dan Nadya ada diruang tamunya. Dia speechless bukan main. Seketika dia menangis bahagia atau sedih, entahlah. Lantunan lagu "Selamat Ulang Tahun" bergema di seluruh ruangan, keluarga Rifqi pun ikut meramaikan. Selamat Ulang Tahun Rifqiyyatush Sholihah Al-Mahiroh :') :')
Ibu dan adik Rifqi ketawa liat Rifqi nangis *ohhhhh
*make a wish*
tiup lilinnya tiup lilinnya sekarang juga sekarang juga
cuma ini Rif, sesederhana ini.
Sekali lagi selamat ulang tahun, Rif. Semoga apa yg disemogakan tidak hanya sekedar semoga. Sukses buat kelas duabelasnya. Semakin barokah dengan berkurangnya umurmu, selamat dapat KTP dan SIM ya hehehe. Oh iya Rif, traktirannya ditunggu lho ini :D
---MISSION SUCCESS---
22 Desember 2013
Pavietta Octywidya Ashifah
Kamis, 19 Desember 2013
Hivi! - Mata ke Hati
Tak pernah ku rasakan cinta
Begitu hebatnya sebelum ku kenal
Kamu dunia ku kelabu dan kau
Datang membawakan cinta yang telah
Lama ku nanti
Oh kasihku kau membuat cinta
Jatuh dari mata dan turun ke hati
Tawa mu buat aku tersenyum lagi
Oh kasihku kau membuat dunia
Indah dijalani ku yakini hati
Kau paling berarti
Hanya kamu satu-satunya yang ada
Di hati andai saja kita berdua
Bersama selamanya dan kau datang
Membawakan cinta yang telah
Lama ku nanti
Oh kasihku kau membuat cinta
Jatuh dari mata dan turun ke hati
Tawa mu buat aku tersenyum lagi
Oh kasihku kau membuat dunia
Indah dijalani ku yakini hati
Kau paling berarti
Minggu, 15 Desember 2013
Lalu? Aku harus peduli?
"BEING SINGLE IS SMARTER THAN BEING IN THE WRONG RELATIONSHIP" ---
Aku tak peduli berapa banyak bibir yang akan menghujamku dengan kata-kata yang menyindir masalah kesendirianku. Entah, aku sendiri sebenarnya tidak mempermasalahkan hal itu. Aku memang malas memikirkan dua kehidupan manusia. Aku dan dia -yang entah ada di alam bagian mana-. Memikirkan diri sendiri saja aku masih kurang, bagaimana dengan ditambah memikirkan kehidupan orang lain yang jelas-jelas kita sendiri nggak akan pernah tahu apakah dia akan menjadi pemilik hati kita selamanya atau hanya.....? yah, tau sendirilah. Terkadang aku sendiri berpikiran apakah aku yang ________________? Nggak! Aku hanya memang malas mencari dan ingin fokus dengan sekolahku sekarang. Belum saatnya. Lalu? aku harus peduli?
regards,
Pavietta Octywidya Ashifah
Langganan:
Komentar (Atom)

