Minggu, 22 Desember 2013

Selamat Ulang Tahun, Sayang

     "A simple celebration, a gathering of friends; here is wishing you great happiness, a joy that never ends."

22 Desember tepat bertambahnya usiamu, dimana tanggal paling ter-romantis bagi seluruh orang di dunia. Ya, Hari Ibu. Dimana seluruh anak di Indonesia bahkan sedunia merayakannya, mengungkapkan sayangnya kepada Ibu mereka masing-masing dengan caranya sendiri. Tapi menurutku, setiap hari adalah Hari Ibu, karena setiap hari aku mencintai Ibuku. Untaian kasih dan cinta Ibu tak pernah absen dari kita. Lalu apakah kita mau absen untuk mencintainya? Tidak kan? Mungkin jika dunia ini aku jual, harganya tak akan mampu membayar kasih sayang tulus dan cinta Sang Ibu. -my bestpartner I ever had-

Hanya membuatnya bangga, itulah kebahagiaan bagi seorang Ibu.


Ya, tepat dihari ini salah satu teman terbaikku dilahirkan, sungguh mulia. Panggil saja Rifqi, dia teman SMP ku dulu sampai sekarang dan selamanya *amin*. 2 tahun bersama memang tak lama, tapi bersahabat dengannya sangat sungguh bermakna. Kami dipisahkan oleh SMA yang berbeda. Dia melanjutkan ke luar kota, SMA 1 DARUL ULUM JOMBANG tepatnya. Jauh ya. Iya. Sejak itu kami jarang sekali hubung-menghubungi, karena di sekolahnya tidak diperbolehkan membawa handphone. Aku mencoba memaklumi, tapi satu-dua kali dia mencuri-curi kesempatan untuk bisa menghubungiku. Senang bukan main.

Jauh hari aku dan Nadya -teman terbaikku juga- telah merencanakan kejutan untuk Rifqi di hari ter-spesialnya itu. Alhamdulillah dia pulkam, jadi tak usah kirim paket sana-sini. Tapi kami bingung bukan main, karena Rifqi belum sampai dirumahnya. Kami sempat khawatir kejutan ini akan gagal, karena aku dan Nadya menghubungi Ibunya Rifqi dan ternyata mereka bersama-sama dalam perjalanan pulang. Belum sempat Nadya bilang "Ini kejutan Bu, jangan bilang ke Rifqi" tapi beliau sudah memutuskan telepon di ujung sana. Kami takut bukan main. Aku dan Nadya berharap Ibunya  Rifqi tak banyak bertanya dengan Rifqi. Semoga saja. Semoga beliau peka.

2 jam berlalu aku dan Nadya sampai dirumah Rifqi, setelah mendapat kabar dari Ibunya kalau sudah sampai Ponorogo. Basah kehujanan kami bawa seonggok roti dengan lilin-lilin kecilnya mengetok pintu rumah Rifqi.
"Assalamua'alaikum"
"Wa'alaikumsalam, loh ternyata Nadya ta ini yang telepon Ibu tadi mbok yo bilang"
"Ssssssttt, iya buk. tolong kerjasamanya ya hehehe"
"Oh iya iya pasti, Rifqi lagi mandi baru aja datang tadi. Silahkan masuk. aku matikan ya lampunya. nanti Rifqi tak suruh ke depan, kalian nyalakan dulu lilinnya"

Sekitar 10 menit kita menanti, Rifqi datang tak tahu apa-apa. Dia kaget melihat aku dan Nadya ada diruang tamunya. Dia speechless bukan main. Seketika dia menangis bahagia atau sedih, entahlah. Lantunan lagu "Selamat Ulang Tahun" bergema di seluruh ruangan, keluarga Rifqi pun ikut meramaikan. Selamat Ulang Tahun Rifqiyyatush Sholihah Al-Mahiroh :') :')


Ibu dan adik Rifqi ketawa liat Rifqi nangis *ohhhhh



*make a wish*

 tiup lilinnya tiup lilinnya sekarang juga sekarang juga

















cuma ini Rif, sesederhana ini.

Sekali lagi selamat ulang tahun, Rif. Semoga apa yg disemogakan tidak hanya sekedar semoga. Sukses buat kelas duabelasnya. Semakin barokah dengan berkurangnya umurmu, selamat dapat KTP dan SIM ya hehehe. Oh iya Rif, traktirannya ditunggu lho ini :D


---MISSION SUCCESS---


22 Desember 2013
Pavietta Octywidya Ashifah

1 komentar:

  1. bersyukur sekali punya sahabat sahabat seperti anda-anda semua. saya kuanggennnn.
    SUKSES UNTUK THOLUB ILM nya, ditunggu cerita sukses dari kalian masing-masing

    BalasHapus