Jumat, 30 November 2012

(Ini) Surat Untukmu


Hai, Dear..
Apa kabarmu? Aku baik-baik saja dan sangat bahagia seandainya kamu masih ingin tahu. Hmm, bukan karena kita berpisah lantas aku menikmatinya. Semua berjalan dengan manis di sini, tak ada yang membuatku menangis lagi, dan semua hal kecil selalu bisa bikin aku tersenyum.
Terimakasih telah menguatkan dan meyakinkanku di hari-hari yang berat kemarin, aku tak yakin ada di sini kalau aku tak mengenalmu.
Bagaimanapun lelahnya saat aku melewati hari yang padat, saat semua kegiatan dan kesibukan telah kuulang namun aku belum juga bisa terlelap. Kamu selalu saja muncul lagi dan lagi dalam bayanganku. Tampak begitu sempurna dan terlalu nyata. Kamu yang tersenyum lembut, kamu yang aku peluk, kamu yang masih aku sayang.
Kalau disuruh memilih lagi rasanya aku ingin berubah pikiran. Sama sekali bukan masalah membiarkan semuanya abu-abu ketimbang diam seperti tidak saling kenal padahal ada banyak sekali yang ingin dibicarakan. Setidaknya dulu aku tidak seragu ini saat ingin menanyakan apa yang terjadi padamu, tidak seperti sekarang. Setidaknya dulu ada orang yang bisa aku percaya dan selalu bisa menetralkan pikiranku, tidak seperti sekarang.
Sebab aku tak punya alasan untuk berhenti jatuh cinta padamu, jangan lantas kamu dengan sengaja melukaiku dan memaksaku untuk melupakanmu. Aku tahu kapan hati harus bertahan atau melupakan.
Bukankah akan lebih indah jika hari ini dijalani hanya sebatas hari ini saja?
Mengapa kita harus menambah rumit keadaan yang sudah begitu rumit?


@utiwitu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar