Ketika tak seorangpun mau mendengarkanmu, ketika semua orang menutup telinganya untukmu. Ketika jiwa ini sudah terlalu bobrok untuk mengekspresikan kesedihannya,
Apakah ada jalan lain selain menguatkan diri?
Bukannya aku ingin lari dari masalah.
Aku hanya tdk ingin terlalu sering membahasnya.
Bukan karena aku tidak perduli soal masa depanku.
Aku hanya sakit untuk mendengarnya.
Apa pendapatku hanya mendapat porsi kecil disini?
Apa mereka tidak ingin sedikit saat mencerna perkataanku dengan sedikit fikiran ‘jernih’ mereka? Mengapa hidup ini begitu abu2?
Entah ini tulisanku yang keberapa.
Setiap aku selesai menulis, sesungguhnya aku berharap semuanya lebih baik agar aku dapat mengubah topik tulisanku dengan topik yang lebih ceria.
Topik yang lebih membangun dan menyemangati org banyak.
Bukan curahan hati seperti ini.
Sayangnya topik ini takmau usai.
Mengeluh menjadi begitu mengasyikan belakangan ini by the way.
Berharap yang dulu begitu mengasyikan kini menjadi terlalu muluk untuk dibayangi.
Bukannya putus asa.
Hanya saja aku takut untuk jatuh lagi.
Walau tidak mungkin untuk tidak jatuh dalam hidup ini.
Tapi setidaknya jika aku sudah berhati2 dalam berharap, jatuhku nanti tidak terlalu sakit.
Coba tanyakan apa mauku.
Hanya akan ada kata ‘tidak tahu’.
Kemudian mereka membentakku.
Aku bukan tidak tau mau kemana.
Aku hanya takut untuk berkata mau kemana aku, karena aku tau mereka tdk mendukungku 100%.
Jika seharusnya aku memeluk mereka saat aku terpuruk, kini aku harus mencari peluk kemana lagi? Mereka sudah enggan.
Tuhan… Lindungi aku dengan semua harapku.
Aku tahu suatu saat Engkau pasti mewujudkannya.
Jika memang harus aku menjalani apa yang mereka mau, buat aku ikhlas.
Buat aku lupa bahwa aku pernah menangis sampai hampir habis airmataku untuk itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar